“Anggaran dari dana desa, sekitar Rp40 triliun untuk mencicil Koperasi Desa Merah Putih selama 6 tahun ke depan untuk membayar utang Rp240 triliun yang dipakai untuk membangun 80.000 Koperasi Merah Putih,” kata Purbaya, dikutip Senin (17/11/2025).
Dia menambahkan, implementasi pembangunan Koperasi Desa akan dilakukan oleh Kementerian Koperasi bekerja sama dengan Danantara.
Sebelumnya, Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengungkap sejumlah tantangan pemerintah dalam pengadaan lahan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
Kata dia, lokasi yang tak strategis menjadi salah satu kendala. Selain itu juga ada kendala lainnya, seperti keterbatasan lahan di desa, desa di kawasan hutan yang tidak bisa dibangun, serta tantangan untuk berkolaborasi dengan desa lain karena masalah administratif.
"Memang tidak semua lahan yang ada yang datanya sudah masuk itu memiliki kesesuaian dengan yang kita harapkan," katanya saat ditemui di Kementerian Koordinasi Bidang Pangan, Senin (27/10/2025).
"Kan luasnya kadang-kadang kecil atau lokasinya, titiknya tidak di lokasi yang strategis," tambahnya.
Meski mengalami beberapa kendala, Ferry menyebut pemerintah tetap mempercepat operasionalisasi Koperasi Desa Merah Putih. Upaya percepatan yang dilakukan adalah pembangunan sarana gerai dan gudang serta sarana fisik lainnya.
"Harus dicari [jalan keluar kendala] terus. Untungnya dibantu dengan teman-teman di dinas, sekda-sekda [sekretaris daerah] juga. Mulai besok sudah mulai turun, [percepatan] dibantu dengan kodim-kodim dan juga dari dinas-dinas koperasi kita," jelasnya.
Ferry mengungkap, setiap harinya dibutuhkan pendataan tanah minimal 1.000 titik tanah di daerah-daerah agar pembangunan tersebut dapat segera dilakukan.
Sebagai catatan, hingga Oktober 2025, sebanyak 82.223 koperasi desa telah berstatus badan hukum dengan 1,12 juta anggota.
(lav)































