Logo Bloomberg Technoz

Bahlil Akan Pangkas Produksi Batu Bara 2026, Kaji Perbesar DMO

Azura Yumna Ramadani Purnama
14 November 2025 18:40

Pengapalan batu bara di Sungai Mahakam, Samarinda, Kalimantan Timur./Bloomberg-Dimas Ardian
Pengapalan batu bara di Sungai Mahakam, Samarinda, Kalimantan Timur./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bakal memangkas target produksi batu bara tahun depan, sembari membuka opsi mengerek porsi kewajiban pasok domestik (DMO)

Rencana produksi dan DMO batu bara tersebut saat ini memasuki masa evaluasi seiring dengan tenggat perusahaan tambang untuk menyampaikan rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) 2026.

Bahlil menerangkan rencana pemangkasan produksi itu diambil lantaran proyeksi RKAB pada model sebelumnya periode 2024-2026, cenderung lebih besar dari perkiraan permintaan komoditas emas hitam itu tahun depan.


Menurut Bahlil, proyeksi batu bara pada RKAB 3 tahunan sebelumnya mencapai 900 juta ton per tahun. Padahal, permintaan batu bara di pasar cenderung melemah.

Sementara itu kebutuhan batu bara nasional untuk pembangkit listrik PT Perusahaan Listrik Negara  (Persero) mencapai 140-160 juta ton.