Namun, dia menegaskan bahwa Shell dan Kufpec melakukan joint study dengan komposisi kerja sama masing-masing 50:50 di lima lapangan migas Indonesia. Untku itu, Laode menegaskan kedua perusahaan belum melakukan pembahasan terkait dengan participating interest (PI).
“Belum, kan kalau WK baru belum masuk ke PI masih joint study,” ucap Laode.
Di sisi lain, Laode juga mengaku belum mendapatkan kabar terbaru terkait rencana pertemuan antara Shell dengan SKK Migas yang dicanangkan pada bulan ini. “Karena komunikasinya dengan SKK, kalau ke [Ditjen] Migas saya belum ada update,” ucap dia.
Sebagai informasi, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengungkapkan Shell sudah melakukan joint study dengan Kufpec dalam mengembangkan lapangan migas di Tanah Air.
“Dia sudah join sama Kufpec 50:50 dan sudah mengajukan proposal ke Ditjen Migas. Ada dua di offshore, tiga di onshore kalau enggak salah. Saya lupa namanya,” kata Djoko Siswanto ditemui di Kompleks Parlemen, Selasa (11/11/2025).
Pada kesempatan terpisah kemarin, Djoko kembali menyebut sejumlah wilayah itu di antaranya areal onshore atau offshore Sulawesi Barat serta offshore di Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Dua wilayah onshore, offshore Sulawesi Barat, tiga wilayah offshore, Bali dan NTB,” kata Djoko ditemui di Kompleks Parlemen, Rabu (12/11/2025).
Sebagai catatan, Shell pernah terlibat di industri hulu migas Indonesia sebagai pemegang hak partisipasi di proyek Abadi Masela; ladang gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) raksasa di wilayah Tanimbar, Maluku.
Di Blok Masela, Shell bersama Inpex Corporation (Inpex) sebelumnya setuju untuk membangun fasilitas LNG dengan kapasitas tahunan sebesar 9,5 juta ton dalam kontrak pemulihan biaya senilai sekitar US$20 miliar.
Akan tetapi, pada 2020, Shell memutuskan untuk keluar dari proyek tersebut dengan menjual 35% hak partisipasinya seharga US$2 miliar.
Upaya Shell untuk melakukan divestasi dari Blok Masela sejak itu berlarut-larut, sehingga menciptakan ketidakpastian seputar kelanjutan pengembangan Lapangan Abadi yang menyimpan 360 miliar meter kubik gas itu.
(azr/wdh)
































