Logo Bloomberg Technoz

Perkiraan Duffy untuk kembali normal diamini oleh CEO Delta Air Lines Inc Ed Bastian, yang mengatakan kepada Bloomberg Television pada Rabu bahwa perjalanan liburan Thanksgiving seharusnya "luar biasa baik."

Meski pegawai federal akan menerima gaji tertunggak, lembaga pemerintah memperingatkan mungkin perlu waktu untuk menghitung ulang gaji. Gaji akan dibayarkan paling cepat mulai Sabtu, menurut pejabat pemerintah, dengan target menyelesaikan semua pembayaran tertunggak pada 19 November. 

UU tahun 2019 mewajibkan lembaga pemerintah membayar penuh gaji pekerja selama periode shutdown "secepat mungkin setelah penundaan anggaran berakhir, terlepas dari tanggal pembayaran yang dijadwalkan."

Presiden Asosiasi Pengendali Lalu Lintas Udara Nasional, Nick Daniels mengatakan setelah shutdown pada 2019, petugas lalu lintas udara membutuhkan waktu sekitar dua hingga dua setengah bulan untuk menerima gaji penuh mereka.

Duffy berjanji akan bertindak lebih cepat kali ini. Kepada wartawan pada Selasa, dia mengatakan petugas lalu lintas udara akan menerima 70% gaji yang terlewat dalam waktu 24 hingga 48 jam setelah pemerintah dibuka kembali. Sisanya akan dibayar sekitar satu pekan setelahnya.

Pegawai yang dirumahkan tidak bisa mengambil cuti liburan atau cuti sakit yang telah terakumulasi selama shutdown—tetapi mereka tetap mendapat lebih banyak cuti tersebut. Kantor Manajemen Personalia (OPM) menyatakan waktu pekerja dirumahkan dihitung sebagai "status gaji" untuk semua tujuan, artinya kewajiban jangka panjang pemerintah atas cuti yang tak diambil sebenarnya bertambah selama shutdown.

Program Bantuan Pangan Tambahan (SNAP) atau kupon pangan akan kembali ke siklus pembayaran normal setelah berminggu-minggu ketidakpastian memaksa negara bagian menunda dan membatasi tunjangan.

Namun, hal ini pun tidak akan terjadi secara instan: Negara-negara bagian mengatakan membutuhkan waktu hingga sepekan untuk memperbarui berkas penerima manfaat dan mengisi ulang kartu debit. Dengan hanya dua vendor kartu utama, mungkin akan terjadi kemacetan saat setiap negara bagian berusaha mengisi kembali tunjangan secara bersamaan.

Efek Shutdown

Durasi dampak shutdown tahun ini akan bervariasi di setiap lembaga dan sulit diprediksi. Setiap departemen diwajibkan memiliki rencana darurat shutdown yang merinci cara menutup—dan kemudian memulai kembali—operasional. Namun, sebagian besar lembaga memproyeksi jeda anggaran yang relatif singkat, bukan shutdown selama enam pekan.

Partai Republik rayakan kemenangan atas kesepakatan shutdown AS. (Bloomberg)

Umumnya, pegawai yang dirumahkan akan diminta untuk kembali bekerja pada hari berikutnya setelah Trump menandatangani RUU anggaran baru—meski sejumlah pegawai bisa dipekerjakan kembali dengan pemberitahuan hanya empat jam.

Lembaga-lembaga mengatakan akan memberi kelonggaran bagi pegawai yang tidak bisa segera kembali bekerja, mengizinkan mereka menambil cuti dan waktu kompensasi yang telah terakumulasi. Beberapa bahkan mengatakan akan mengizinkan penggunaan telework secara fleksibel—praktik yang coba dibatasi Trump.

Mirip dengan proses shutdown, pegawai yang kembali bekerja akan menghabiskan jam-jam pertama mereka untuk tugas-tugas internal: menghidupkan kembali sistem komputer, membersihkan ruang surat, dan membuka kembali loket umum yang ditutup selama lebih dari sebulan.

Shutdown ini menghentikan banyak sekali layanan pemerintah yang tidak didanai dan dianggap tidak penting, mulai dari pengumpulan data rutin hingga pemeliharaan gedung.

Rilis data ekonomi dibatalkan atau ditunda—dan, yang lebih penting, tidak ada statistik baru tentang harga dan lapangan kerja yang dikumpulkan, meninggalkan celah data bagi pembuat kebijakan yang akan mengganggu prakiraan selama berbulan-bulan.

National Park Service tetap membuka banyak taman, tetapi tanpa pembersihan atau pemeliharaan harian. Pembuatan peraturan federal di lembaga seperti Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) dan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) juga sebagian besar terhenti, sehingga menunda regulasi dan tindakan penegakan hukum.

Sejumlah pegawai federal juga mengambil tugas tambahan saat mereka tidak bekerja: Menghitung biaya shutdown itu sendiri. Biaya ini akan mencakup bunga atas pembayaran yang tertunda kepada kontraktor (atau diskon yang hilang akibat terlambat membayar), biaya perjalanan tak terduga untuk memulangkan staf pada awal shutdown, dan hilangnya pendapatan dari biaya dan izin.

Ada juga biaya bagi ekonomi dan rumah tangga AS. Sejauh ini, dampaknya sangat besar: Analis memperkirakan setiap pekan shutdown berlanjut, ekonomi mengalami kerugian antara US$10 miliar hingga US$15 miliar. 

Meski gaji tertunggak dan belanja federal yang terhenti bisa dikembalikan, para ekonom mengatakan beberapa biaya akibat shutdown yang memecahkan rekor ini tidak akan pernah bisa diperoleh kembali.

(bbn)

No more pages