WIKA Ungkap Masalah Lain dalam Polemik Whoosh
Artha Adventy
12 November 2025 16:10

Bloomberg Technoz, Jakarta - Emiten pelat merah, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), mengungkapkan proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh tidak hanya menimbulkan kerugian dari sisi investasi, tetapi juga dari pekerjaan konstruksi.
Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito mengatakan, perusahaan memiliki dua bentuk keterlibatan dalam proyek tersebut, yakni sebagai investor dan kontraktor. Sebagai investor, WIKA menanamkan modal sebesar Rp6,1 triliun melalui kepemilikan sekitar 32% di PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), konsorsium empat BUMN pemegang saham PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).
“Sejak kereta cepat beroperasi, proyek ini mengalami kerugian karena pendapatan tiket masih belum sesuai dengan rencana awal. Dengan porsi kepemilikan Rp6,1 triliun, kami ikut membukukan kerugian,” ujar Agung dalam paparan publik, Rabu (12/11/2025).
Selain dari sisi investasi, WIKA juga mencatat potensi kerugian dari kegiatan konstruksi. Perseroan menjadi satu-satunya kontraktor lokal yang tergabung dalam High Speed Railway Contractor Consortium (HSRCC) bersama enam kontraktor asal Tiongkok, dengan porsi pekerjaan sekitar 25% yang mencakup pekerjaan pondasi, timbunan, dan galian tanah.
“WIKA sedang mengalami dispute yang cukup besar dengan KCIC. Kalau penyelesaian ini tidak disetujui, tentu kami akan menelan kerugian cukup besar,” ungkapnya.































