Logo Bloomberg Technoz

Pada sektor kimia, Danantara mengalokasikan dana untuk beberapa proyek besar, seperti pabrik chlor alkali-ethylene dichloride di Cilegon senilai Rp13 triliun yang berdampak pada PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).

Selain itu, proyek chlor alkali plant (TPIA–INA) di Aceh, Kalimantan Timur, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Riau, Banten, dan NTT senilai Rp16 triliun juga akan melibatkan TPIA serta PT Barito Pacific Tbk (BRPT).

Proyek lainnya mencakup pembangunan industri aspal di Buton, Sulawesi Tenggara senilai Rp1,5 triliun yang akan berdampak ke PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) serta proyek geothermal co-generation berkapasitas 45 MW di Ulebelu dan Lahendong dengan nilai Rp2,7 triliun yang akan mendukung PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO).

Selain proyek energi dan industri, Danantara juga memprioritaskan sektor infrastruktur dan sosial keagamaan. Antara lain pembangunan Kampung Haji Indonesia di Arab Saudi yang akan melibatkan PT PP Tbk (PTPP), serta pemberian pinjaman bagi Garuda Indonesia (GIAA) sebesar Rp30 triliun untuk memperkuat likuiditas dan struktur keuangan maskapai pelat merah tersebut.

Sektor pangan turut menjadi perhatian dengan proyek revitalisasi tambak seluas 20.413 hektare di Pantura senilai Rp26 triliun, yang diproyeksikan menguntungkan PT Central Proteina Prima Tbk (CPRO) sebagai pemain utama di industri perikanan budidaya.

(wep)

No more pages