India dan Australia Percepat Negosiasi Perjanjian Dagang
News
09 November 2025 08:30

Sunil Jagtiani- Bloomberg News
Bloomberg, India dan Australia melanjutkan pembicaraan untuk memperkuat hubungan dagang dan ekonomi di tengah upaya negara-negara memperluas kerja sama guna mengatasi gangguan ekspor akibat gelombang tarif yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump.
Kedua pihak menegaskan kembali keinginan mereka untuk segera menuntaskan Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Komprehensif (Comprehensive Economic Cooperation Agreement/CECA), menurut pernyataan pemerintah India setelah Menteri Perdagangan Piyush Goyal bertemu dengan Menteri Perdagangan Australia Don Farrell di Melbourne pada Sabtu (8/11/2025).
Australia sebelumnya menargetkan penyelesaian perjanjian dagang bilateral tersebut pada akhir 2023 untuk memperluas perjanjian perdagangan bebas parsial yang mulai berlaku tahun sebelumnya. Total perdagangan antara India dan Australia mencapai sekitar US$24 miliar (atau sekitar Rp400,8 triliun dengan asumsi US$1 sama dengan Rp16.700) pada 2024.
Goyal juga mengunjungi Auckland pekan ini untuk pembicaraan dagang dan pada Jumat mengatakan bahwa India dan Selandia Baru menargetkan untuk menandatangani perjanjian perdagangan bebas (FTA) dalam waktu dekat. Trump pada awal tahun ini telah menetapkan tarif sebesar 50% terhadap ekspor India ke AS, sebagian sebagai tekanan agar New Delhi menghentikan pembelian minyak dari Rusia.

































