Logo Bloomberg Technoz

Belakangan, BP-AKR kembali menjual bensin di jaringan SPBU yang sempat terhenti akibat kekosongan stok sejak akhir Agustus 2025.

Presiden Direktur BP-AKR Vanda Laura memastikan konsumen tak perlu khawatir dengan kualitas BBM  yang mereka jual, meskipun pasokan utamanya kini berasal dari pembelian melalui mekanisme business to business (B2B) dengan Pertamina Patra Niaga.

BP-AKR menjamin bahwa base fuel RON 92 impor yang didapatkan dari Pertamina Patra Niaga telah melalui serangkaian proses uji kualitas yang ketat. Proses ini melibatkan pengawasan dari surveyor independen yang tepercaya.

“Prioritas kami jelas, BP 92 kembali tersedia dan kualitas produk yang dihadirkan konsisten terjaga,” ujar Vanda dalam keterangan resminya, Jumat (31/10/2025).

Pj. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun mengatakan base fuel yang dipasok ke BP-AKR telah melewati berbagai tahapan yang sesuai dengan good corporate governance (GCG).

Dia menyebut tender penyuplai yang dilakukan telah menerapkan aspek GCG dan konfirmasi berulang dengan PT APR.

Truk tangki bongkar muat BBM di SPBU Pertamina Rest Area Tol Tangerang - Jakarta KM 14, Senin (1/4/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Selain itu, terdapat beberapa tahapan lainnya yang sudah terpenuhi, yakni; pelaksanaan joint surveyor, serta mekanisme open book untuk negosiasi aspek komersial.

Dengan begitu, Roberth memastikan bahwa BBM yang dipasok ke APR telah memenuhi seluruh persyaratan dari APR sebagai bentuk komitmen tindak lanjut atas arahan pemerintah.

“Kami terus berupaya memastikan pasokan BBM tetap aman, berkualitas, dan mudah dijangkau oleh semua,” kata Roberth.

Menuju Nataru

Sebelumnya praktisi senior industri migas Hadi Ismoyo memperkirakan BP-AKR bakal menambah pembelian BBM dasaran dari Pertamina lantaran permintaan yang berpotensi naik akhir tahun ini.

Hadi menerangkan permintaan bensin untuk SPBU swasta belakangan cenderung menguat, sementara pilihan masyarakat relatif terbatas saat ini. Di sisi lain, momen Natal dan Tahun Baru atau Nataru bakal ikut mengerek konsumsi BBM.

“Tentu BP akan melihat tingkat penyerapan dalam beberapa pekan ini. Kalau slope demand tinggi, tentu BP akan menambah,” kata Hadi.

“Sudah bisa diprediksi, tambahan konsumen ini mungkin migrasi dari SPBU swasta lainnya, plus Nataru,” kata Hadi saat dihubungi.

Menurut dia, pengadaan BBM lanjutan dari Pertamina bakal relatif mudah dilakukan ketimbang proses pertama. Dia beralasan, seluruh  aspek teknis dan syarat yang diberikan BP-AKR telah dipenuhi dalam pengadaan BBM sebelumnya.

“Karena sudah ada kesepakatan teknis dan komersial dengan Pertamina yang masih punya banyak kuota,” kata dia.

(azr/naw)

No more pages