Logo Bloomberg Technoz

Dalam pernyataan resmi yang dirilis Kamis, Korut mengutuk sanksi terbaru AS dan menyebutnya sebagai bukti permusuhan Washington, sekaligus memperingatkan bahwa tekanan semacam itu tidak akan membantu memulihkan dialog antara kedua negara. Trump sebelumnya mengatakan selama kunjungannya ke kawasan itu bulan lalu bahwa ia terbuka untuk bertemu Kim Jong Un “jika waktunya memungkinkan.”

Departemen Keuangan AS pada Selasa lalu menjatuhkan sanksi terhadap delapan individu dan dua entitas yang dituduh terlibat dalam aktivitas kejahatan siber dan penipuan pekerja TI Korut. AS menuding mereka menghasilkan pendapatan untuk mendukung program pengembangan nuklir Kim.

Aksi unjuk kekuatan ini juga terjadi tak lama setelah kunjungan delegasi militer Rusia ke Pyongyang untuk melakukan pembicaraan dengan pejabat pertahanan Korut, menurut media pemerintah setempat. Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) melaporkan bahwa kedua pihak membahas langkah-langkah untuk memperluas pertukaran dan kerja sama bilateral dalam pertemuan pada Rabu lalu.

AS dan Korsel meyakini Kim telah memasok jutaan peluru artileri serta rudal balistik ke Rusia sebagai imbalan atas bantuan dari Moskow, yang diyakini membantu menopang ekonomi Korut sekaligus memperkuat program persenjataannya.

(bbn)

No more pages