Logo Bloomberg Technoz

Tambang Freeport Gangguan, Produksi Tembaga RI 2026 Bakal Landai

Azura Yumna Ramadani Purnama
07 November 2025 09:50

Copper wire./Bloomberg-Justin Hamel
Copper wire./Bloomberg-Justin Hamel

Bloomberg Technoz, Jakarta – Analis komoditas memprediksi produksi tembaga Indonesia pada 2026 akan mengalami penurunan dari tahun ini, gegara gangguan yang terjadi di Grasberg Block Cave (GBC) milik PT Freeport Indonesia (PTFI).

Analis komoditas dan Founder Traderindo Wahyu Laksono memproyeksikan produksi tembaga tahun depan lebih rendah dari perkiraan produksi tahun ini yang mencapai 1—1,2 juta ton. 

Meskipun belum dapat mengestimasikan rentang produksi tembaga tahun depan, Wahyu meramal produksi tembaga dari PTFI akan menurun sekitar 35% dibandingkan dengan tahun ini. 


Dalam rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) yang sebelumnya dilaporkan PTFI, target produksi bijih tembaga pada 2026 mencapai 79,12 juta ton dan diprediksi turun menjadi 51,43 juta ton,

“Produksi konsentrat tembaga Indonesia pada tahun depan berpotensi berada di rentang yang berbeda, bahkan mungkin lebih rendah dari perkiraan 1—1,2 juta ton, terutama jika kita melihat potensi penurunan dari produsen terbesar [PTFI],” kata Wahyu ketika dihubungi, Jumat (7/11/2025).

Mesin Caterpillar Inc. berada di kompleks pertambangan tembaga dan emas Grasberg milik Freeport Indonesia di Papua./Bloomberg- Dadang Tri