Bos Amman: Dunia Rawan Defisit Tembaga 2028, Efek Transisi Energi
Azura Yumna Ramadani Purnama
05 November 2025 11:40

Bloomberg Technoz, Jakarta – Presiden Direktur PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) Rachmat Makkasau memprediksi terdapat potensi defisit pasokan tembaga dunia pada 2028, seiring dengan tingginya kebutuhan logam tersebut untuk proyek transisi energi.
Rachmat bercerita potensi terjadinya defisit pasokan tembaga pada 2028 menjadi salah satu pembahasan dalam perhelatan London Metal Exchange (LME) Week 2025 yang digelar beberapa waktu lalu.
Dalam perhelatan itu, para pelaku pasar hingga penambang menyepakati bahwa—berdasarkan data-data yang ada — terdapat potensi terjadinya kekurangan pasokan komoditas tembaga pada 2028.
“Soal tembaga, yang sudah diperkirakan tahun-tahun sebelumnya, mengenai potensi kekurangan produksi tembaga untuk mendukung transisi energi itu benar-benar akan terjadi. Semua angka yang dikumpulkan itu melihat bahwa defisit tembaga akan terjadi pada sekitar tahun 2028,” kata Rachmat dalam CEO Forum 2025, dikutip Rabu (5/11/2025).
Di sisi lain, Rachmad mengklaim Indonesia menjadi salah satu negara yang kerap disebut-sebut dalam pembahasan di perhelatan tersebut.

































