Harbour Hengkang, China Dinilai Bisa Temani Rusia di Blok Tuna
Azura Yumna Ramadani Purnama
05 November 2025 14:40

Bloomberg Technoz, Jakarta – Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas (Aspermigas) menilai perusahaan asal China bisa menggantikan Harbour Energy untuk bermitra dengan perusahaan migas Rusia, Zarubezhneft, dalam menggarap Blok Tuna.
Ketua Komite Investasi Aspermigas Moshe Rizal berpendapat peluang China menggantikan perusahaan asal Inggris tersebut terbuka lebar, seiring dengan langkah Negeri Panda untuk mulai menyetop impor minyak mentah dari Rusia di tengah sanksi Barat ke sektor energi Moskwa.
Moshe menilai China akan mencari alternatif lain untuk mengamankan pasokan dalam negerinya, termasuk berinvestasi pada sejumlah lapangan gas potensial. Dengan begitu, Moshe menilai China akan tepat jika bermitra dengan Rusia di Blok Tuna.
“Itu bisa sebagai hambatan, tetapi juga bisa sebagai opportunity. Kilang-kilang dari China sudah mulai mengalihkan pembelian impor komoditasnya. Itu bisa jadi peluang, siapa tahu investor China memang untuk mengnamankan suplai mereka, mereka bisa invest juga di Blok Tuna,” kata Moshe ketika dihubungi, Rabu (5/11/2025).
Meski akan bermitra dengan Rusia, Moshe menilai China bisa saja terhindar dari ancaman sanksi dari Uni Eropa (UE) ataupun Amerika Serikat (AS) gegara investasi yang dilakukan berada di Indonesia—negara nonblok yang tak memihak manapun.































