Nintendo juga menaikkan perkiraan laba operasional tahun fiskal sebesar 16% menjadi ¥370 miliar atau sekitar US$2,4 miliar setelah melaporkan hasil yang melebihi ekspektasi. Kepercayaan diri dianggap jadi titik balik penting bagi industri, yang akan memengaruhi pengembangan game dan keputusan bisnis mitra serta pesaing dalam beberapa tahun ke depan.
Analis Toyo Securities, Hideki Yasuda terkejut dengan hasil penjualan 10 juta unit pada semester pertama fiskal. “Karena penjualan pada paruh kedua tahun — yang mencakup musim belanja Natal — hampir tidak pernah turun di bawah penjualan paruh pertama, ada kemungkinan besar Nintendo akan menaikkan perkiraan lagi.”
Catatan Kelam Bursa Jepang
Bursa Nikkei jeblok dan mengalami penurunan terbesar dalam lebih dari enam bulan atau sekitar 4,1% pada pukul 11 siang waktu Tokyo, dengan Topix -2,9% ke 3.213,10. Kedua indeks acuan mengalami penurunan intraday tertajam sejak 11 April.
Pasar semakin khawatir atas valuasi atas sebuah perusahaan teknologi yang berlebihan. Bursa Jepang kontraksi usai CEO Wall Street memperingatkan risiko koreksi pasar. SoftBank Group Corp. terperosok hingga 14%, sekaligus menjadi penurunan terbesar sejak Agustus 2024. Advantest Corp., Disco Corp., dan Furukawa Electric Co. juga melemah.
SoftBank, yang masuk dalam kelompok pendukung perusahaan AI, telah mencetak rekor di 2025. SoftBank mengalokasikan investasi besar ke teknologi baru, yang kemudian jadi paling rentan terhadap aksi jual saat selera risiko menurun.
Anna Wu, strategis investasi lintas aset di VanEck, menyebut valuasi mulai menjadi fokus utama,” kata Wu. “Kita sangat mungkin melihat koreksi.”
“Bagi perusahaan seperti SoftBank, yang memiliki valuasi yang sangat tinggi, investor menunggu narasi berikutnya. Mereka kini mengambil pendekatan ‘buktinya uangnya’,” ujarnya.
-Dengan asistensi Takashi Mochizuki, Vlad Savov, Aya Wagatsuma, dan Alice French.
(bbn)






























