Mendag Beber Penyebab Negosiasi dengan AS Alot
Mis Fransiska Dewi
04 November 2025 16:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Perdagangan Budi Santoso membeberkan penyebab negosiasi tarif Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak kunjung rampung bahkan tertinggal dibandingkan negara tetangga, Malaysia yang lebih dulu mencapai kesepakatan dengan Negeri Paman Sam.
“Amerika perundingan belum selesai. Minggu depan perundingan lagi. Nah Malaysia sudah selesai, Kamboja sudah selesai Tapi kemarin saya benar-benar berbicara dengan Pak Menteri Perdagangan Malaysia Zafrul [..] tapi kita memang cukup alot makanya kita tidak secepat Malaysia. Mudah-mudahan kita lebih baik,” kata Budi di sela kegiatan CEO Insight, Selasa (4/11/2025).
Budi menjelaskan hingga saat ini Indonesia masih memiliki banyak pertimbangan agar saling menguntungkan salah satunya posisi tawar RI. Dia menuturkan hingga kini permintaan tarif 0% untuk komoditas Indonesia yang tidak diproduksi di Negeri Paman Sam, seperti kelapa sawit, kakao, dan karet juga belum mendapat respons.
“Ya, itu kan [tarif 0%] sampai sekarang juga belum dijawab. Namanya berunding juga harus bargaining posisi kita juga harus kuat gitu ya,” tuturnya.
Budi juga mengungkapkan alasan RI hingga kini masih berjuang negosiasi tarif AS lantaran surplus Indonesia ke AS cukup besar. Ditambah, RI juga tidak ingin kehilangan pasar ekspor ke AS yang dinilai cukup besar.
































