Penempatan kas pemerintah sebesar Rp 200 triliun di bank-bank Himbara, menurut Purbaya, juga berdampak positif. Uang primer (M0) tumbuh 13,2% yoy sementara uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh 8% yoy pada September.
Laju pertumbuhan ekonomi Indonesia, demikian Purbaya, juga bisa makin terakselerasi. Pada kuartal IV-2025, pertumbuhan ekonomi diperkirakan bisa mencapai 5,5% yoy.
“Full year 2025 bisa 5,2%,” tegas Purbaya.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo memprediksi pertumbuhan ekonomi triwulan ketiga dan keempat lebih tinggi dibandingkan sebelumnya karena didorong kinerja ekspor yang masih bagus dan juga kebijakan-kebijakan yang mendorong permintaan kredit serta implementasi proyek prioritas pemerintah termasuk bantuan sosial kuartal IV.
"Secara keseluruhan tahun 2025, BI memprediksi pertumbuhan ekonomi akan sedikit lebih tinggi dari titik tengah 4,7% hingga 5,5%," ungkap Perry.
(aji)































