Logo Bloomberg Technoz

AS 'Retur' Udang Kena Radioaktif RI: 152 Juta Ton, US$1,26 Juta

Pramesti Regita Cindy
03 November 2025 12:40

Ilustrasi budidaya udang. (Bloomberg)
Ilustrasi budidaya udang. (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terdapat pengembalian barang ekspor RI berupa komoditas udang sebanyak 240,54 juta ton atau senilai US$2,09 juta.

Dari total tersebut, mayoritas reimpor berasal dari Amerika Serikat.

"Mayoritas dari AS, 152,32 juta ton atau senilai US$1,26 juta," ujar Deputi BPS Pudji Ismartini dalam konferensi pers, Senin (3/11/2025).

Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengklaim kinerja ekspor Indonesia tak terpengaruh usai temuan zat radioaktif Cesium-137 (Cs-137) pada produk udang dan cengkeh asal Indonesia. 

Menurutnya, kinerja ekspor Indonesia belum terdampak signifikan terkait temuan tersebut.

"Sementara kita melihat belum ada [penurunan ekspor], karena ini kan sifatnya hanya kasus ini saja," kata Budi, dikutip Kamis (16/10/2025).

Sebelumnya, United States Food and Drug Administration (US FDA) menerbitkan peringatan impor (import alert) terkait risiko kontaminasi radioaktif Cesium-137 (Cs-137) pada sejumlah produk pangan Indonesia, salah satunya udang beku.

Kebijakan import alert US FDA muncul setelah otoritas AS menetapkan Cs-137 sebagai risiko keamanan yang diketahui pada jenis pangan tertentu dan di wilayah tertentu di Indonesia. Kebijakan ini berpotensi memengaruhi tidak hanya produk udang tetapi juga komoditas rempah asal Indonesia, termasuk cengkeh, yang juga merupakan komoditas ekspor ke Amerika Serikat.

Dampak dari penetapan risiko ini adalah pengetatan persyaratan keamanan pangan ekspor dari Indonesia. US FDA kini mensyaratkan adanya sertifikat pengiriman yang dikeluarkan oleh certifying entity (CE) yang terpercaya oleh AS untuk setiap entri pengiriman.