Logo Bloomberg Technoz

Dari sisi makro global, investor akan mencermati data ADP Employment, ISM PMI, dan indeks sentimen konsumen Michigan di AS. Dari Inggris, Bank of England diperkirakan menahan suku bunga, sementara kawasan Eropa akan merilis data PMI, dan Tiongkok akan mengumumkan data PMI sektor swasta.

Dari domestik, fokus utama pasar tertuju pada rilis data manufaktur PMI, inflasi, neraca perdagangan, pertumbuhan ekonomi kuartal III-2025, serta cadangan devisa. Selain itu, pengumuman review indeks MSCI pada 5 November 2025 juga menjadi perhatian pelaku pasar.

Phintraco menilai penguatan dolar AS akibat nada kebijakan The Fed yang cenderung hawkish perlu diwaspadai karena berpotensi menekan rupiah. Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak terbatas di rentang 8.000–8.280. 

Saham pilihan pekan ini meliputi TLKM, LSIP, INCO, DEWA, PSAB, dan SMGR.

Sementara itu, MNC Sekuritas mencatat IHSG pada perdagangan terakhir melemah 0,25% ke level 8.163, diiringi munculnya tekanan jual. Meski demikian, indeks masih bertahan di atas garis MA20, yang mengindikasikan tren jangka pendek masih terjaga.

Secara teknikal, MNC Sekuritas menilai skenario terbaik atau best case IHSG saat ini sedang berada di awal wave (iii) dari wave [iii], sehingga masih berpeluang melanjutkan penguatan ke area 8.268–8.354. 

“Adapun level support berada di 8.144 dan 8.042, sementara resistance di 8.269 dan 8.365,” tulis tim riset MNC Sekuritas

Beberapa rekomendasi saham MNC Sekuritas hari ini yaitu BRMS, ISAT, PANI, dan SSMS.

(ain)

No more pages