Logo Bloomberg Technoz

IHSG Diprediksi Menguat Didorong Sentimen Global-Domestik

Artha Adventy
03 November 2025 07:30

Pekerja di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Ilustrasi. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pekerja di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Ilustrasi. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, JakartaIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak konsolidatif pada pekan ini di kisaran 8.000–8.280, dengan level pivot di sekitar 8.200. 

Sentimen global dan domestik yang beragam masih membayangi arah pasar saham Indonesia.

Phintraco Sekuritas dalam riset menyebutkan, penguatan indeks utama di Wall Street pada pekan lalu menjadi salah satu faktor pendukung pergerakan IHSG di awal pekan ini. Pada perdagangan Jumat (31/10/2025), bursa saham AS ditutup menguat, terutama ditopang oleh kenaikan saham-saham teknologi.


Kenaikan tersebut terjadi setelah The Federal Reserve memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%–4%. Namun, muncul ketidakpastian baru mengenai kemungkinan penurunan suku bunga lanjutan pada pertemuan Desember mendatang.

Phintraco menambahkan, pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Korea Selatan pekan lalu menurunkan ketegangan perang dagang kedua negara. Meski demikian, pasar masih menanti kepastian mengenai batas waktu jeda pemberlakuan tarif AS–Tiongkok pada 10 November 2025.