Logo Bloomberg Technoz

Pada 1966, Ali ditunjuk oleh Presiden ke-1 Soekarno untuk berpasangan dengan Laksamana Muda Udara Raden H. Atje Wiriadinata menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta. Ali Sadikin disohor karena kepiawaiannya dalam mengembangkan Jakarta menjadi sebuah kota metropolitan yang modern. 

Sejumlah proyek mulai dibangun atau diresmikan pada masa kepemimpinannya. Misalnya, Taman Ismail Marzuki, Kebun Binatang Ragunan, proyek Senen, Taman Impian Jaya Ancol, Taman Ria Monas, Taman Ria Remaja, Kota Satelit Pluit di Jakarta Utara, pelestarian budaya Betawi di Kawasan Condet. Dia juga mencetuskan pesta rakyat setiap tahun pada hari jadi kota Jakarta yang diperingati pada 22 Juni.

Tak hanya itu, penyelenggaraan Pekan Raya Jakarta - atau yang sekarang dikenal Jakarta Fair - pertama kali terjadi pada era kepemimpinannya. Di bawah kepemimpinannya pula diselenggarakan pemilihan Abang dan None Jakarta.

Salah tau kebijakan Ali Sadikin yang kontroversial adalah mengembangkan hiburan malam dengan berbagai klub malam dan mengizinkan diselenggarakannya perjudian di kota Jakarta. Nantinya, pemerintah akan memungut pajaknya untuk pembangunan kota. 

Setelah berhenti dari jabatannya sebagai Gubernur pada 1977, Ali Sadikin tetap aktif dalam menyumbangkan pikiran-pikirannya untuk pembangunan Jakarta dan Indonesia. Hal ini membawanya kepada oposisi sebagai anggota Petisi 50, sebuah kelompok yang terdiri dari tokoh-tokoh militer dan swasta yang kritis terhadap pemerintahan Presiden ke-2 Soeharto.

(dov/frg)

No more pages