"Namun penurunan suku bunga pada masing-masing bank akan tergantung pada strategi dan struktur biaya masing-masing bank, terutama terkait dengan biaya dana (cost of fund),” ujar Dian.
“OJK senantiasa menghimbau agar bank dapat secara bertahap menyesuaikan tingkat suku bunganya, dan tetap sejalan dengan kondisi pasar, rasio keuangan yang sehat, dan tidak menciptakan persaingan bunga yang kurang sehat."
Sepanjang 2025, BI sudah menurunkan suku bunga acuan sebanyak 125 basispoin (bps). BI menjadi bank sentral paling agresif di Asia Tenggara. Tetapi, pada Oktober lalu, BI menahan suku bunga tetap sebesar 4,75%.
(lav)
No more pages
































