"Semakin zaman bergejolak, semakin kita harus bekerja sama," kata pemimpin China paling berkuasa sejak Mao Zedong kepada kelompok tersebut.
Pernyataan Xi muncul sehari setelah ia menandatangani perjanjian dengan Trump yang membuat AS mengurangi sebagian tarif dan kontrol ekspor. Sementara Beijing berkomitmen membeli kedelai AS dan menangguhkan pembatasan baru atas logam tanah jarang.
Trump menggambarkan pertemuan mereka di pangkalan udara Busan sebagai "hal yang luar biasa," sedangkan Xi menegaskan bahwa dialog selalu lebih baik daripada konfrontasi.
Menambah aktivitas diplomasi tersebut, menteri pertahanan dari negara-negara dengan ekonomi terbesar di dunia mengadakan pertemuan tatap muka pertama mereka pada Jumat pagi, sebagai tanda lain dari stabilisasi hubungan. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth bertemu Menteri Pertahanan China Dong Jun di Kuala Lumpur.
Gencatan senjata perdagangan ini tampaknya akan menyelesaikan—setidaknya untuk saat ini—bulan-bulan ketegangan dagang, di mana AS dan China mengancam akan memberlakukan serangkaian tarif dan kontrol ekspor terhadap produk mereka, yang berpotensi mengganggu rantai pasokan global dan merugikan ekonomi dunia.
Namun, perjanjian ini belum mencapai kesepakatan komprehensif untuk mengatasi isu-isu inti persaingan ekonomi AS-China.
Kedua negara tampaknya bertekad untuk melanjutkan pemisahan ekonomi selama periode jeda satu tahun ini. Trump memanfaatkan kunjungannya ke Asia untuk memperkuat hubungan dengan sekutu utama seperti Jepang dan Korea Selatan, serta menarik investasi dari mereka pada galangan kapal dan logam tanah jarang—sektor-sektor yang akan memberinya posisi tawar lebih kuat untuk bernegosiasi dengan Xi setahun dari sekarang.
Xi memamerkan daya tarik ekonomi China kepada negara-negara APEC, mengklaim negaranya telah menarik investasi asing sekitar US$700 miliar selama setengah dekade terakhir. Meski ekspor ke negara-negara di luar AS melonjak tahun ini, penurunan aktivitas pabrik China pada Oktober memperpanjang penurunan terpanjang dalam hampir satu dekade, menimbulkan pertanyaan seputar keberlanjutan tren tersebut.
Xi juga memuji upaya negaranya, yang membuka ekonomi dengan menghapus hambatan investasi asing, memperluas program bebas visa, dan membuka 22 zona percontohan perdagangan bebas. Klaimnya bertolak belakang dengan keluhan para pemimpin Uni Eropa, misalnya, yang mengkritik Beijing karena memberi perlakuan istimewa kepada perusahaan-perusahaannya sendiri.
Keputusan China memanfaatkan rantai pasokan logam tanah jarang langka, yang penting bagi produksi segala hal mulai dari mobil hingga cip, sebagai senjata juga meningkatkan ketegangan dengan mitra dagang di luar AS. Dampaknya, negara-negara mengurangi ketergantungan mereka pada magnet-magnet negara Asia tersebut.
China juga bergerak, mengurangi ketergantungannya pada AS dalam hal teknologi inti. Partai Komunis baru-baru ini mengumumkan rencana lima tahun yang fokus pada pencapaian terobosan teknologi utama, khususnya cip berteknologi tinggi. Pasalnya, China berusaha menciptakan rantai pasokan yang independen dari AS.
China akan menjadi tuan rumah pertemuan APEC tahun depan.
(bbn)



























