Sementara pendapatan berbasis komisi dan provisi atau fee-based income juga mengalami peningkatan tipis dari Rp15,3 triliun menjadi Rp15,7 triliun.
Dari sisi kualitas aset, biaya pencadangan (impairment) tercatat meningkat 13,99% secara tahunan menjadi Rp33,58 triliun, mencerminkan langkah hati-hati BRI dalam menjaga portofolio kredit di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
Di sisi neraca, total aset BRI Group mencapai Rp2.123 triliun per akhir September 2025, naik dari Rp1.992 triliun pada akhir Desember 2024.
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh ekspansi kredit yang tumbuh menjadi Rp1.438 triliun, dibandingkan Rp1.353 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tercatat meningkat menjadi Rp1.474 triliun, naik dari Rp1.362 triliun per September 2024.
(rtd/spt)





























