Logo Bloomberg Technoz

Pada Mei, Wakil Presiden JD Vance berbicara dengan Modi guna mencari jalan keluar dari pertempuran dengan Pakistan. Menteri Luar Negeri Marco Rubio juga berbicara dengan Menlu India. Panglima tertinggi India dan Pakistan kemudian berunding selama berjam-jam untuk mencapai gencatan senjata dan sepakat menghentikan pertempuran.

Trump kemudian mengungkap gencatan senjata tersebut dalam unggahan di Truth Social sebelum diumumkan oleh kedua negara, yang membuat para pejabat New Delhi marah.

Trump berulang kali menyinggung perannya dalam konflik tersebut selama tur tiga negara di Asia, menambahkan detail tambahan setiap kali dia menceritakannya.

"Saya menelepon Perdana Menteri Modi, saya berkata, 'kami tidak bisa membuat kesepakatan dagang dengan Anda'," kata Trump. "'Anda memulai perang dengan Pakistan. Kami tidak akan melakukannya.'"

Trump mengatakan dia melakukan panggilan telepon serupa ke Pakistan, dan kedua belah pihak mengatakan kepadanya bahwa "Anda harus membiarkan kami berperang."

Akhirnya, kata Trump, ia mengancam "tarif 250% untuk setiap negara, yang berarti Anda tidak akan pernah berbisnis."

Presiden AS kemudian menggambarkan India dan Pakistan sebagai "orang-orang yang tangguh."

"Begini, Perdana Menteri Modi adalah pria yang paling tampan," ujar Trump, seraya menambahkan bahwa pemimpin India itu terlihat seperti seseorang yang "ingin Anda jadikan ayah Anda."

Namun, Trump mengatakan, "dia seorang pembunuh."

"Dia sangat tangguh," ungkap Trump, mengutip Perdana Menteri India yang mengatakan kepadanya: "Tidak, kami akan bertempur!"

"Saya berkata, 'Wow, apakah itu orang yang sama yang saya kenal?'" kata Trump.

Meski Trump kemudian menggambarkan pemimpin India dan Pakistan sebagai "orang baik"—dan seringkali cenderung melebih-lebihkan—ucapannya tersebut muncul saat Modi sedang berkampanye untuk partainya dalam pemilihan umum di negara bagian yang krusial yang akan dimulai pekan depan dan berisiko memberi amunisi politik bagi lawan-lawan PM tersebut.

Insiden ini merusak hubungan dekat yang sebelumnya terjalin antara Modi dan Trump. India juga belum berhasil meyakinkan Trump agar mengurangi tarif 50% atas ekspor India, yang mencakup denda atas pembelian minyak Rusia. 

Meski Trump mengatakan India telah berkomitmen untuk mengurangi impor minyak Rusia, AS belum mengumumkan pengurangan tarif.

(bbn)

No more pages