Logo Bloomberg Technoz

"Nah, good thing (hal yang baik)-nya, kalau misalnya orang khawatir 'Wah ini kalau AI agents (agen kecerdasan buatan) menggantikan pekerjaan tertentu, nanti ke depannya kerjanya apa gitu?'. Ternyata juga ini kesempatan menciptakan lapangan kerja yang lain," ujar Juliana. 

Menurut dia, dalam beberapa tahun lalu, keamanan siber belum menjadi tema yang besar di industri. Orang-orang baru mulai berbicara cybersecurity beberapa tahun belakangan ini. "Dan ke depannya [profesional keamanan siber] akan makin diperlukan lagi gitu," tutur Juliana. 

Dia pun menilai penerapan AI di Indonesia sudah amat canggih. Dengan lebih dari 90% atau tepatnya 94% knowledge worker telah menggunakan artificial intelligence (AI) di Tanah Air. Hal ini berdasarkan Indeks Relasi Pekerjaan (Work Relationship Index/WRI) 2025, yang dilakukan oleh HP. 

"Tapi memang 90% ini masih banyak banget di tahap yang lebih ke gen AI (AI generatif). Jadi, sifatnya seperti assistant, ya ngechat, mungkin summary email, atau bertanya sesuatu, atau jangan-jangan ada yang menjadikan gen AI sebagai temennya, jadi lebih ke bertanya gitu," jelas Juliana.

(far)

No more pages