Logo Bloomberg Technoz

Masyarakat dapat memeriksa status penerimaan BLT Rp900.000 secara mandiri menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Ada dua cara mudah yang bisa dilakukan: melalui situs resmi Kemensos atau aplikasi Cek Bansos di ponsel.

1. Melalui Situs Resmi Kemensos

Halaman Cekbansos Kemensos (cekbansos.kemensos.go.id)
  1. Buka laman https://cekbansos.kemensos.go.id

  2. Pilih wilayah tempat tinggal: provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa/kelurahan

  3. Masukkan nama lengkap sesuai KTP

  4. Ketik kode captcha yang muncul di layar

  5. Klik tombol “Cari Data”

Sistem akan menampilkan apakah nama Anda terdaftar sebagai penerima bantuan sosial, termasuk jenis bantuan dan status pencairannya.

2. Melalui Aplikasi Cek Bansos

Aplikasi Cek Bansos (Diolah)
  1. Unduh aplikasi “Cek Bansos” di Play Store atau App Store

  2. Buka aplikasi dan pilih menu “Cek Bansos”

  3. Isi data domisili (provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa)

  4. Masukkan nama lengkap sesuai KTP

  5. Selesaikan verifikasi captcha dan tekan tombol “Cari Data”

Hasil pencarian akan menampilkan informasi apakah Anda termasuk penerima BLT Rp900.000, lengkap dengan status pencairannya. Bila tidak terdaftar, akan muncul keterangan “Tidak Terdapat Peserta/PM”.

Kendala Logistik Jadi Penyebab Keterlambatan Pencairan BLT

Sebelumnya, BLT Rp900.000 dijadwalkan cair pada Senin, 20 Oktober 2025, namun terjadi penundaan di beberapa daerah. Sejumlah Kantor Pos Indonesia masih menunggu instruksi resmi dari pemerintah pusat.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa keterlambatan ini disebabkan oleh kendala teknis dan logistik dalam proses distribusi. “Masalahnya sedang diperiksa. Persiapan logistik harus disempurnakan agar penyaluran bisa berjalan lancar,” ujarnya.

Meski sempat tertunda, Purbaya memastikan masalah tersebut telah diatasi dan penyaluran akan selesai dalam minggu ini. Pemerintah berkomitmen agar tidak ada lagi hambatan dalam penyaluran tahap berikutnya.

Sasaran dan Mekanisme Penyaluran BLT Rp900.000

Rupiah. (Bloomberg)

Program BLT sebesar Rp900.000 ini ditujukan bagi keluarga penerima manfaat (KPM) yang masuk dalam kategori desil 1 hingga 4, berdasarkan data DTSEN (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional).

Bantuan diberikan sekaligus untuk periode tiga bulan, dengan rincian Rp300.000 per bulan. Penerima akan mendapatkan total Rp900.000 dalam satu kali pencairan.

Penyaluran dilakukan melalui dua jalur utama:

  • Bank-bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara): BRI, BNI, Mandiri, BTN, dan BSI (Bank Syariah Indonesia)

  • PT Pos Indonesia, khusus bagi penerima yang tidak memiliki rekening bank

Kemensos memastikan setiap proses penyaluran dilakukan secara transparan, akuntabel, dan bebas pungli, dengan pengawasan ketat di tingkat pusat dan daerah.

Tips Aman Menerima dan Mengecek Bantuan Sosial

Banyaknya program bantuan sosial sering dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan. Agar lebih aman, berikut beberapa tips penting saat mengecek atau menerima BLT Rp900.000:

  1. Gunakan situs atau aplikasi resmi Kemensos. Hindari tautan mencurigakan yang beredar di media sosial.

  2. Jangan memberikan data pribadi seperti NIK, nomor rekening, atau OTP kepada pihak lain.

  3. Pastikan pencairan hanya dilakukan melalui bank atau PT Pos Indonesia sesuai jadwal resmi.

  4. Jika menemukan indikasi penipuan atau pungli, segera laporkan ke Kemensos atau aparat berwenang.

Dampak Positif BLT Rp900.000 bagi Masyarakat

Pergerakan rupiah di pasar valas.

Penyaluran BLT Rp900.000 menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan memperkuat ekonomi rumah tangga miskin. Program ini juga diharapkan mampu menjaga stabilitas konsumsi di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Selain itu, program bantuan seperti ini memperkuat data sosial ekonomi nasional yang menjadi dasar kebijakan pembangunan berkelanjutan. Dengan pengelolaan data yang akurat, pemerintah dapat menargetkan bantuan secara lebih tepat sasaran dan efisien.

(seo)

No more pages