Logo Bloomberg Technoz

“Pelan- produksi turun. Dari periode satu presiden ke presiden lain kedelai ditargetkan swasembada. Bukan mendekat target, produksi malah makin menjauh. Ini membuat ketergantungan pada impor makin tinggi.”

Menurut Khudori sesungguhnya kedelai Indonesia sebenarnya tak kalah bagus dengan kedelai-kedelai yang berasal dari luar negeri sehingga produsen tahu biasanya menyukai kedelai lokal. Meski begitu kualitas kedelai Indonesia sangat bervariasi tergantung petaninya. 

“Petani yg tak punya pilihan selain tanam kedelai biasanya tanamannya tak terlalu dirawat. Hasil produksinya kecil, mungkin sekitar 1,2-1,3 ton per hektare dan kualitasnya kurang bagus. Mereka ini gak punya pilihan selain tanam kedelai. Kalau punya pilihan,  kecil kemungkinan tanam kedelai.” tambahnya.

Hal tersebut menyebabkan pertanian kedelai terkadang tal terlalu menguntungkan bagi petani kedelai. Harga kedelai setiap saat bisa jatuh karena kedelai impor yang cenderung lebih murah ketimbang kedelai buatan lokal.

“Kalau mau swasembada, tak cukup ngurus di lahan, tapi juga tata niaga dan harganya. Perlu ada proteksi dan jaminan yg tanam untung. Jika tidak, hanya mimpi mau swasembada” kata Khudori.

(ell)

TAG

No more pages

Artikel Terkait