Logo Bloomberg Technoz

Demi Swasembada Kedelai, Pemerintah Harus Lakukan Intervensi

Redaksi
26 October 2025 18:00

Pekerja mengolah kedelai saat pembuatan tahu di industri rumahan di kawasan Duren Tiga, Senin (28/4/2025. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pekerja mengolah kedelai saat pembuatan tahu di industri rumahan di kawasan Duren Tiga, Senin (28/4/2025. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pengusaha tahu dan tempe yang tergabung dalam Gabungan Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo) mengeluhkan ketergantungan Indonesia terhadap produk kedelai impor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Menurut asosiasi tersebut, pemerintah sepertinya tak punya upaya untuk melakukan swasembada kedelai.

Hal itu kemudian ditanggapi oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menyebut bahwa Indonesia terlalu bergantung pada komoditas kedelai impor. Ia mengatakan bahwa salah satu kesalahan pemerintah adanya pasar bebas yang sangat kapitalis.

"Minta maaf, kesalahan kita dulu adalah terlalu tunduk pada pasar bebas. Kapitalis, sedangkan sekarang ini adalah ekonomi Pancasila arahan Bapak Presiden [Prabowo Subianto]," kata Amran dalam acara Refleksi Satu Tahun Kemenko Pangan, pekan ini.


Pengamat pertanian, Khudori mengatakan bahwa sesungguhnya Indonesia pernah mencatatklan swasembada kedelai sebelum krisis moneter pada tahun 1997/1998 silam. 

“Waktu krisis pasar pangan diliberalisasi, diserahkan ke mekanisme pasar. Semua komoditas pangan. Proteksi dan jaminan harga tak ada lagi.” kata  Khudori.

Artikel Terkait