Logo Bloomberg Technoz

Biaya Energi Naik, Inflasi Jepang Meningkat Lagi

News
24 October 2025 08:40

Ilustrasi ekonomi Jepang atau inflasi Jepang. (Bloomberg)
Ilustrasi ekonomi Jepang atau inflasi Jepang. (Bloomberg)

Toru Fujioka - Bloomberg News

Bloomberg, Indikator utama inflasi Jepang kembali meningkat seiring naiknya biaya energi, menandakan tantangan besar yang harus dihadapi Perdana Menteri baru, Sanae Takaichi, sekaligus memperkuat ekspektasi bahwa Bank Sentral Jepang atau Bank of Japan (BOJ) akan melanjutkan kenaikan suku bunga.

Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang melaporkan pada Jumat (24/10) bahwa indeks harga konsumen (IHK) — tanpa memperhitungkan harga makanan segar — naik 2,9% pada September dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini meningkat dari 2,7% pada Agustus dan menjadi percepatan pertama dalam empat bulan terakhir. Hasil tersebut sesuai dengan perkiraan median para ekonom, yang memperkirakan subsidi listrik besar tahun lalu akan mendorong kenaikan inflasi tahun ini.


Laporan inflasi pertama sejak Takaichi resmi menjabat pada Selasa lalu ini memperkuat fokusnya untuk menjadikan tekanan biaya hidup sebagai prioritas utama pemerintah. Indikator inflasi utama Jepang telah bertahan di atas target 2% BOJ selama tiga setengah tahun terakhir, memperkuat keyakinan bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga lagi — dengan sebagian besar ekonom memperkirakan langkah itu akan terjadi pada Desember atau Januari mendatang.

Harga energi naik 2,3% dibandingkan tahun sebelumnya, berbalik arah setelah sempat turun 3,3% pada Agustus.

Inflasi Jepang. (Sumber: Bloomberg)