Logo Bloomberg Technoz

Perkembangan nilai tukar ringgit juga menjadi sentimen negatif bagi harga CPO. Sepanjang pekan lalu, mata uang Negeri Harimau Malaya menguat tipis 0,02%.

CPO adalah aset yang dibanderol dalam ringgit. Saat ringgit terapresiasi, maka kontrak CPO menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

Analisis Teknikal

Lalu bagaimana perkiraan harga CPO untuk pekan ini? Apakah bisa bangkit berdiri atau malah turun lagi?

Secara teknikal dengan perspektif mingguan (weekly time frame), CPO sejatinya masih bullish. Terbukti dengan Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 61. RSI di atas 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bullish.

Akan tetapi, indikator Stochastic RSI sudah berada di 95. Di atas 80, yang berarti sudah jenuh beli (overbought).

Minggu ini, harga CPO masih berisiko turun lagi. Support terdekat ada di MYR 4.473/ton. Jika tertembus, maka harga akan longsor dengan target paling pesimistis di MYR 4.413/ton.

Sementara itu, MYR 4.560/ton sepertinya akan menjadi pivot point. Dari sini, harga CPO berpeluang naik menguji resisten MYR 4.578-4.594/ton.

Target paling optimistis atau resisten terjauh adalah MYR 4.676/ton.

(aji)

No more pages