Sedangkan @nofrizal menawarkan nama alternatif: “Tau kayak gini mendingan RD yang gantiin STY,".
Seorang pengguna lain, @fhv, secara tegas menolak pelatih asing: “Out lu Belanda.”
Pernyataan ini mencerminkan sentimen bahwa pelatih asing terkadang sulit diterima apabila prestasi tak cepat terpenuhi.
Beberapa netizen juga mencoba menggali latar belakang pemecatan tersebut, serta tanggapan dari Erick Thohir sebagai Ketua Umum PSSI. Mereka berharap pengumuman resmi menyertakan alasan mendetail agar publik tidak berspekulasi liar.
Meski sebagian besar komentar bersikap kritis, ada juga yang mendukung manuver PSSI asalkan keputusan ini membawa perubahan positif. Mereka menyebut, “kalau pelatih baru bisa lebih merangkul pemain dan suporter, ya silakan.”
Sebelumnya diinformasikan, Ketua Umum PSSI Erick Thohir resmi mengumumkan berakhirnya kerja sama dengan pelatih kepala Timnas Indonesia, Patrick Kluivert.
Keputusan ini diambil setelah hampir satu tahun Kluivert menangani skuad Garuda dan membawa Indonesia mencatat sejarah baru di ajang internasional.
“Terima kasih atas kontribusi yang sudah diberikan Coach Patrick Kluivert dan tim kepelatihan selama hampir 12 bulan untuk PSSI dan Timnas Indonesia,” ujar Erick dalam akun X, Kamis (16/10).
Ia menyebut keputusan tersebut diambil atas kesepakatan bersama dengan penuh rasa hormat.
Menurut Erick, Kluivert dan PSSI telah melalui perjalanan panjang bersama, termasuk membawa Indonesia melaju hingga Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 — pencapaian tertinggi yang pernah diraih dalam sejarah sepak bola nasional.
“Terima kasih sudah menjadi bagian dari perjalanan Timnas Indonesia dan berjuang bersama untuk Merah Putih,” ucap Erick.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemain, ofisial, serta suporter yang terus memberikan dukungan tanpa henti.
Erick menilai keberhasilan Timnas Indonesia menembus babak keempat kualifikasi menjadi bukti kemajuan signifikan dalam pembinaan sepak bola nasional.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa perubahan tetap diperlukan agar tim bisa terus berkembang dan bersaing di level dunia.
“Setelah ini, kami akan melakukan evaluasi dan menentukan target berikutnya bagi Timnas Indonesia,” ujar Erick.
Ia menambahkan, fokus PSSI selanjutnya adalah mempersiapkan tim untuk masuk ke peringkat 100 besar FIFA, tampil optimal di Piala Asia 2027, dan menatap Piala Dunia 2030.
(dec/spt)































