Kemendag China tidak menjawab pertanyaan untuk mengomentari pernyataan Bessent.
Li, 58 tahun, ditunjuk sebagai Wamendag dan utusan perdagangan China pada April, tak lama setelah Trump mengumumkan tarif tinggi Liberation Day. Bersama negosiator dagang utama Beijing, He Lifeng, Li ikut serta dalam beberapa fase negosiasi antara dua ekonomi terbesar dunia tersebut.
Pada akhir Agustus, Kemendag mengatakan Li mengunjungi Washington, di mana ia bertemu pejabat Departemen Keuangan, Perdagangan, dan Perindustrian. Selama kunjungan itu, ia menekankan "prinsip saling menghormati, koeksistensi damai, dan kerja sama yang saling menguntungkan," bunyi pernyataan tersebut.
Bessent mengatakan gambaran yang berbeda. Dia mengatakan Li memperingatkan bahwa China akan "menyebabkan kekacauan global" jika AS melanjutkan rencana biaya pelabuhan bagi kapal-kapal China. "Mungkin dia pikir dia 'prajurit serigala'," katanya, merujuk pada istilah untuk menyebut diplomat China yang agresif.
Saat mengkritik Li, Bessent menyerang salah satu pakar perdagangan China yang paling berpengalaman dan dihormati. Wamen tersebut menyandang gelar Magister Hukum dari Universitas Hamburg, Jerman.
Li juga pernah menjabat sebagai Duta Besar Beijing untuk Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) di Jenewa dari Februari 2021 hingga diangkat menjadi Wamendag pada April. Ia dikenal sebagai negosiator yang tangguh namun sabar, menurut ingatan Keith Rockwell, mantan juru bicara WTO yang berinteraksi dengan Li selama masa jabatannya di organisasi tersebut.
Ia juga dikenal sebagai negosiator yang cerdas dan berwawasan luas saat memimpin negosiasi China dengan pemerintahan Barack Obama dalam merumuskan perjanjian investasi bilateral.
Ia "menguasai bidangnya" dan "tidak membiarkan AS mengintimidasi dirinya," kata Rockwell kepada Bloomberg News awal tahun ini.
(bbn)





























