Logo Bloomberg Technoz

Florasis, perusahaan kosmetik yang berbasis di Hangzhou, dalam beberapa tahun terakhir telah menjadi salah satu merek kosmetik terlaris di pasar online populer China seperti Tmall milik Alibaba Group Holding Ltd. dan aplikasi Douyin milik TikTok di China, serta kini mengirimkan produknya ke lebih dari 100 negara.

Produk Florasis mengandung bahan-bahan botani dan bahan alami yang diambil dari pengobatan tradisional China. Produk-produk tersebut dikemas dengan desain yang terinspirasi dari estetika klasik China — termasuk ukiran pada lipstik dan palet eyeshadow — yang telah meningkatkan daya tariknya di kalangan konsumen dalam negeri yang lebih memilih merek lokal dibandingkan nama-nama Barat yang lebih mahal.

Merek-merek konsumen Tiongkok terus mendorong ambisi global mereka meskipun terdapat ketidakpastian perdagangan. Perusahaan seperti peritel fesyen Urban Revivo Ltd., pesaing Starbucks Corp., Luckin Coffee Inc., serta pembuat mainan Labubu, Pop Mart International Group Ltd., tetap berupaya masuk ke pasar AS. 

Raksasa ritel daring seperti Shein Group Ltd. dan Temu milik PDD Holdings Inc. juga terus berfokus pada pertumbuhan di AS — meskipun mereka telah kehilangan pengecualian bea masuk penting yang sebelumnya membantu mereka menjangkau konsumen dengan cepat dan murah.

Perubahan strategi Florasis mencerminkan pergeseran yang lebih luas dalam perdagangan internasional Tiongkok. Ekspor negara itu naik lebih tinggi dari perkiraan pada bulan September, meskipun pengiriman ke AS turun 27%, sementara permintaan yang lebih kuat dari pasar non-AS — termasuk Uni Eropa — membantu menopang pertumbuhan.

Florasis memanfaatkan momentum tersebut untuk menarik pelanggan global, membangun lebih dari satu juta pengikut di TikTok, dan bekerja sama dengan sekitar 1.500 influencer asal AS setiap tahunnya. Perusahaan tetap stabil di pasar Amerika, kata Chen.

Langkah digital perusahaan ke pasar AS menjadi landasan bagi ekspansi ke pasar baru, meskipun tingkat investasinya di negara itu saat ini tidak meningkat, ujar Chen kepada Bloomberg.

Chen menambahkan bahwa AS tetap menjadi pusat eksposur media sosial Florasis. 

“Kami masih bekerja sama dengan banyak influencer, masih aktif di media sosial,” katanya. 

“Masih banyak hal yang terus berjalan, hanya saja kami tidak terus menambah investasi lebih banyak lagi.”

(bbn)

No more pages