“Dari anggaran yang dia minta dulu itu belum kita alokasikan, jadi uangnya nggak ada betulan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Purbaya menegaskan bahwa fokus pemerintah saat ini bukan pada isu pengembalian anggaran, melainkan pada optimalisasi penyerapan anggaran yang telah disetujui sebesar Rp71 triliun.
Hingga awal Oktober 2025, serapan anggaran MBG tercatat baru mencapai sekitar 23%.
“Programnya bagus, harusnya kita dorong supaya lebih bagus penyerapannya. Ini kan Oktober, akan saya lihat sampai akhir Oktober. Kita pastikan dia bisa menyerap dengan baik sebesar Rp71 triliun sampai akhir tahun,” tegasnya.
Purbaya juga mengingatkan pentingnya percepatan realisasi belanja agar manfaat program dapat segera dirasakan masyarakat. Pemerintah, kata dia, akan terus melakukan evaluasi terhadap kinerja penyerapan anggaran di berbagai instansi agar lebih efektif dan tepat sasaran.
Sebelumnya diinformasikan, bahwa Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana menjelaskan bahwa pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan dukungan anggaran dalam jumlah besar untuk memastikan program MBG dapat menjangkau seluruh penerima manfaat.
“Tahun ini, BGN menerima alokasi anggaran sebesar Rp71 triliun, ditambah dana standby Rp100 triliun. Dari total tersebut, Rp99 triliun berhasil terserap, sementara Rp70 triliun dikembalikan kepada Presiden Republik Indonesia karena kemungkinan tidak terserap di tahun ini.” Jelas Dadan.
Lebih lanjut Dadan mengungkapkan bahwa untuk tahun depan, dukungan pemerintah meningkat signifikan. BGN akan menerima Rp268 triliun, menjadikan BGN lembaga satu-satunya dengan anggaran terbesar di kabinet.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan dana cadangan sebesar Rp67 triliun, sehingga total dukungan dalam APBN mencapai Rp335 triliun guna mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis 2026.
“Dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 82,9 juta orang, setiap hari kita akan menyalurkan dana sekitar Rp1,2 triliun. Bagi kementerian lain, angka itu mungkin setara dengan anggaran satu tahun penuh, tetapi bagi kami di Badan Gizi Nasional, itu adalah kebutuhan satu hari,” ujar Dadan.
(dec/spt)





























