Logo Bloomberg Technoz

Washington juga akan mulai mengenakan biaya pelabuhan pada kapal-kapal China mulai 14 Oktober. Rencana yang pertama kali diumumkan April ini telah menjungkirbalikkan industri pelayaran global, yang selama ini bergantung pada kemampuan pembuatan kapal China.

Meski banyak perusahaan berhasil menemukan solusi untuk mengurangi dampak biaya AS, menurut Citigroup Inc, perusahaan pelayaran besar China, Cosco Shipping Holdings masih harus mengeluarkan biaya tambahan miliaran dolar untuk melayani pasar AS.

Walau AS tidak dominan dalam industri pelayaran global, langkah terbaru China akan mengalihkan fokus sektor ini pada kendali AS atas perusahaan-perusahaan pelayaran. Beijing, yang meniru rencana Washington, akan menganggap kapal-kapal yang dioperasikan atau dimiliki perusahaan atau individu AS sebagai kapal AS.

Jika entitas AS secara langsung atau tidak langsung memegang 25% atau lebih saham dalam hal hak suara atau kursi dewan direksi perusahaan yang mengoperasikan kapal, mereka akan dianggap sebagai kapal AS. Kapal juga dianggap demikian jika berbendera AS atau dibangun di AS.  

AS merupakan negara berbendera terbesar ke-20 di dunia berdasarkan peringkat tonase, menurut Clarkson Research Services Ltd, unit pialang kapal terbesar di dunia. Kapal-kapal dengan total tonase 11,7 juta ton berlayar di bawah bendera AS, dibandingkan dengan 92 juta ton milik China, bendera terbesar keenam di dunia.

China telah membangun hampir seperempat dari semua kapal yang berlayar di perairan, sedangkan AS hanya menyumbang kurang dari 1%.

(bbn)

No more pages