Bank of Thailand telah melonggarkan kebijakan moneter, dan pada Agustus memotong suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, dengan alasan kebutuhan kebijakan akomodatif untuk mendukung pertumbuhan. Para pembuat kebijakan diperkirakan akan menurunkan biaya pinjaman lagi pada pertemuan berikutnya besok, Rabu (8/10/2025), karena tingkat inflasi tahunan masih negatif.
"Dengan pertumbuhan kuartal keempat yang mungkin melambat, program ini akan memberikan dorongan jangka pendek," kata Menteri Keuangan Ekniti Nitithanprapas dalam konferensi pers, Selasa. "Program ini akan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi."
Program subsidi ini akan berlangsung dari 29 Oktober hingga 31 Desember, dengan alokasi minimal 2.000 baht (sekira Rp1 juta) untuk sebagian besar warga Thailand berusia 16 tahun ke atas. Namun, subsidi ini akan dibatasi hingga 200 baht per orang per hari hingga batas tersebut tercapai.
(bbn)






























