Logo Bloomberg Technoz

Agustiawan menjelaskan, ketika api terdeteksi tim penanggulangan keadaan darurat langsung melakukan langkah-langkah penanganan sesuai prosedur keselamatan.

“Penanganan dapat dilakukan dalam waktu singkat sehingga tidak meluas ke area lain dan tidak menimbulkan korban jiwa,” klaim dia.

Agustiawan menyebut, terdapat 8 unit mobil pemadam milik Kilang Pertamina Dumai, 1 unit mobil Damkar Dumai, dan 1 unit mobil pemadam Pertamina Patra Niaga Region Sumbagut yang disiagakan di lokasi.

“Selain itu, koordinasi intensif juga dilakukan dengan aparat terkait serta pemerintah daerah. Pemantauan lingkungan secara berkelanjutan juga dilakukan untuk memastikan keamanan masyarakat sekitar,” tegas Agustiawan.

Adapun, Kilang Dumai sempat mengalami kebakaran pada Sabtu (1/4/2023) malam. Kala itu, kebakaran terjadi karena ada kebocoran gas hidrogen pada pipa gas yang berukuran 6 inci di kompresor 212-C-2.

Sebagai catatan, Kilang Dumai merupakan kilang pengolahan minyak terbesar ketiga di Indonesia yang memiliki total kapasitas pengilangan sebesar 170.000 barel per hari atau hampir 16,5% dari total kapasitas kilang Pertamina di seluruh Indonesia. Kilang tersebut juga mempunyai luas area 356.33 hektare dengan jumlah karyawan mencapai 1.177 orang.

Refinery Unit (RU) II Dumai terdiri dari dua lokasi yaitu di Sei Pakning, dibangun pada 1969 dengan kapasitas CDU 50.000 barel per hari, kemudian Kilang Dumai dibangun pada 1971 dengan kapasitas CDU 120.000 barel per hari.

Produk yang dihasilkan dari kedua kilang itu adalah 87% setara bahan bakar minyak. Sementara itu, 12%-nya non-BBM yang terdiri dari LPG, green coke, dan LAWS. Adapun, 1% lainnya adalah UCO, NBF, SF-02, Solphy.

(azr/wdh)

No more pages