Konflik ini dimulai pada akhir Mei setelah tentara kedua negara saling tembak-menembak di wilayah perbatasan, yang mengakibatkan tewasnya seorang tentara Kamboja, dan kemudian ketegangan meningkat.
Pada awal Juli, pengadilan menangguhkan jabatan Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra sambil menunggu penyelidikan atas tuduhan pelanggaran dalam penanganan konflik tersebut. Mantan Perdana Menteri tersebut akhirnya diberhentikan setelah Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa percakapan telepon pribadi yang bocor antara dirinya dengan mantan pemimpin Kamboja Hun Sen merupakan pelanggaran etika.
Hubungan antara kedua negara tetap tegang beberapa bulan setelah gencatan senjata, dan Perdana Menteri yang baru dilantik, Anutin Charnvirakul, mengatakan bahwa ia berencana untuk mengambil langkah-langkah guna menyelesaikan sengketa perbatasan secara damai.
(bbn)































