Logo Bloomberg Technoz

Thailand Gelar Pemilu, Risiko Kebuntuan Politik Kembali Mengintai

News
08 February 2026 13:00

Bendera Thailand. (Sumber: Bloomberg)
Bendera Thailand. (Sumber: Bloomberg)

Patpicha Tanakasempipat dan Philip J. Heijmans - Bloomberg News

Bloomberg, Rakyat Thailand memberikan suara mereka pada hari Minggu (8/2) dalam sebuah kontestasi yang dipandang sebagai pertarungan tiga poros. Sebagian besar survei pra-pemilu mensinyalir akan terjadinya pembagian mandat yang terpecah, yang berisiko memicu babak baru kelumpuhan politik di negara tersebut.

Sekitar 53 juta pemilih memiliki hak suara dalam pemilu yang dipercepat ini, yang digelar bersamaan dengan referendum konstitusi baru. Perebutan kekuasaan ini dipandang sebagai ajang pembuktian kekuatan antara Partai Bhumjaithai yang konservatif (partai penguasa saat ini), Partai Rakyat (People’s Party) yang progresif, dan Partai Pheu Thai yang populis—yang diposisikan sebagai penentu keseimbangan jika tidak ada pemenang mutlak.


Pemungutan suara akan ditutup pada pukul 17.00 waktu setempat, dengan hasil sementara yang diperkirakan akan keluar dalam hitungan jam.

Yang dipertaruhkan dalam pemilu ini adalah kendali atas ekonomi yang tengah didera lonjakan utang dan penyusutan tenaga kerja. Kondisi ini menyusul rentetan kudeta militer, pelarangan aktivitas politik, dan pemerintahan yang berumur pendek—menghasilkan 10 perdana menteri hanya dalam dua dekade. Ekonomi Thailand saat ini hanya tumbuh 5% dibandingkan posisi sebelum pandemi, dengan rata-rata pertumbuhan tahunan sekitar 1%, jauh tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga di kawasan.

Yang dipertaruhkan dalam pemilu Thailand. (Sumber: Bloomberg)