Logo Bloomberg Technoz

Pekan lalu, Trump dikabarkan berbicara via telepon dengan Presiden China Xi Jinping mengenai kesepakatan tersebut. Pihak AS menyebut keduanya telah mencapai persetujuan, meski otoritas China menolak mengonfirmasi hal itu dan detail transaksi masih belum final. Situasi makin membingungkan setelah Wakil Presiden JD Vance, Kamis (25/9), menyebut nilai kesepakatan hanya sekitar US$14 miliar — jauh di bawah perkiraan analis yang mencapai US$35 miliar hingga US$40 miliar.

Skema pembagian laba bisa menjadi penjelas ketimpangan tersebut. Berdasarkan proposal saat ini, TikTok AS akan membayar biaya lisensi besar kepada ByteDance untuk penggunaan algoritma, teknologi inti yang membuat aplikasi begitu populer. Salah satu sumber menyebut, ByteDance berpotensi menerima 20% dari pendapatan tambahan yang dihasilkan lewat algoritma. Dengan skema itu, jika TikTok mencatat pendapatan US$20 miliar, ByteDance bisa mengantongi hingga US$4 miliar.

Selain itu, ByteDance juga akan mendapatkan sekitar 20% laba dari sisa pendapatan sesuai porsi sahamnya. Adapun konsorsium AS yang diperkirakan berisi Oracle Corp, Silver Lake Management, investor asal Abu Dhabi MGX, serta sejumlah pemegang saham lama akan berbagi sisa keuntungan. Konsorsium ini diperkirakan akan menguasai sekitar 80% bisnis TikTok AS.

Pembagian laba tersebut menjelaskan mengapa terdapat selisih besar antara valuasi yang diperkirakan analis dan harga jual yang disebut pemerintahan Trump.

Ashwin Binwani, pendiri Alpha Binwani Capital yang tidak memiliki saham ByteDance, menilai angka US$14 miliar itu “bisa menjadi akuisisi teknologi paling undervalued dalam dekade ini.” Ia memperkirakan nilai tersebut hanya sepertiga dari harga wajar TikTok. “Dilihat dari hampir semua metrik finansial utama dan perbandingan dengan perusahaan sejenis, angka itu sangat tidak sesuai dengan realitas,” ujarnya.

Meski begitu, Vance menekankan bahwa besaran harga akhir tetap akan ditentukan pembeli. Hingga kini belum jelas sejauh mana ByteDance dan konsorsium calon pembeli mendekati kesepakatan final.

Kedutaan Besar China di Washington menanggapi pernyataan terbaru Trump dengan menegaskan kembali sikap sebelumnya. “Pihak AS perlu menyediakan lingkungan yang terbuka, adil, dan non-diskriminatif bagi investor China,” bunyi pernyataan tersebut.

(bbn)

No more pages