Logo Bloomberg Technoz

Dengan demikian, dia berharap, Pertamina dapat meningkatkan kinerja mendatang.

Selain itu, dia meminta jajaran manajemen perusahaan migas pelat merah itu dapat bekerja dengan profesional usai penggabungan lini bisnis hilir tersebut.

“Sekarang sudah profesional, tapi kita ingin dia meningkatkan kualitas pelayanan lagi yang lebih baik,” tuturnya.

Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina Aloysius Mantiri menerangkan upaya merger anak usaha itu sebagai upaya memperkuat operasional bisnis perseroan di sisi hilir.

Dirut Pertamina Simon Aloysius memberikan sambutan pada acara Peluncuran Pertamax Green 95 untuk Wilayah Jawa Tengah (05/06/25) (Dok. Pertamina)

“Supaya lebih efektif, memang ada beberapa kajian di kita untuk menggabungkan antara Kilang [KPI], PIS, dan PPN. Iya, nanti akan digabungkan,” kata Simon ditemui awak media di Kompleks Parlemen, Kamis (11/9/2025).

"[...] Kita targetkan akan selesai pada akhir 2025 ini," tegasnya.

Menurut Simon, penggabungan tiga subholding tersebut dilakukan untuk memitigasi penurunan laba perusahaan akibat kondisi pasar dan komoditas global yang diklaim sedang tak mendukung.

Akibat permintaan dan harga yang turun, Simon menyatakan margin keuntungan yang didapatkan akhirnya makin kecil. Produksi kilang milik Pertamina, padahal, sedang meningkat karena banyaknya kilang baru.

“Nah, dengan marginnya makin kecil, tentunya secara keseluruhan, secara konsolidasi akan berpengaruh kurang baik ke bottom line perusahaan,” tuturnya.

Di sisi lain, Simon juga mengungkapkan bahwa perseroan berencana melepas bisnis penerbangannya, yakni PT Pelita Air, untuk digabungkan dengan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA).

Simon menjelaskan, rencana itu dilakukan seiring dengan optimasi bisnis yang difokuskan ke sektor migas dan energi baru terbarukan (EBT).

Selain bisnis Aviasi, Pertamina juga berencana melepas sektor pelayanan kesehatan dan asuransi yakni PT Patra Jasa.

(azr/naw)

No more pages