Lebih lanjut, dia belum dapat memastikan apakah empat perusahaan SPBU swasta yang telah setuju membeli BBM dari Pertamina sudah melakukan transaksi dan mendapatkan BBM yang dibeli atau belum. Dia juga tidak menyebutkan identitas SPBU yang sudah dan belum sepakat untuk membeli base fuel dari Pertamina.
“Itu harus ditanyakan ke BU swasta dan Pertamina masing-masing mekanismenya seperti apa, karena prinsipnya ketika barang sudah ada, mereka sudah deal, sudah melakukan B2B, barang bisa langsung disalurkan,” tuturnya.
Tak Intervensi
Anggia juga memberikan sinyal Kementerian ESDM tidak akan ikut campur dalam proses negosiasi antara Pertamina dengan BU hilir migas swasta, meskipun Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sudah menjanjikan BBM di SPBU swasta kembali tersedia dalam 7 hari terhitung sejak Jumat (19/9/2025).
“Prinsipnya menjembatani kebutuhannya badan usaha swasta dengan duduk bersama dengan Pertamina. Setelah itu pemerintah enggak bisa ikut campur untuk mekanisme mereka dipaksa untuk B2B segera,” ucap Anggia.
Adapun, janji Bahlil bahwa stok BBM di SPBU swasta kembali tersedia dalam 7 hari terhitung sejak pekan lalu resmi meleset.
Sejumlah operator SPBU swasta seperti Shell Indonesia dan BP-AKR masih mengalami kelangkaan pasokan bensin hingga hari ini, atau tepat sepekan setelah Bahlil melontarkan janjinya.
Sebagai contoh, SPBU Shell di Lenteng Agung, Jakarta Selatan masih tidak menjual BBM jenis Shell Super (RON 92), Shell V-Power (RON 95), hingga Shell V-Power Nitro+ (RON 98).
Kondisi serupa juga ditemui di Shell Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan dan Shell Pancoran, Jakarta Selatan.
Sementara BP-AKR, SPBU yang berada di Lenteng Agung, Jakarta Selatan dan Pancoran, Jakarta Selatan masih tidak menjual BBM jenis BP 92 dan BP Ultimate.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Instagram resmi BP-AKR, perseroan melaporkan stok BBM jenis BP 92 dan BP Ultimate tidak tersedia diseluruh wilayah Surabaya hingga pagi hari ini.
Di wilayah Tangerang, hanya terdapat dua SPBU BP-AKR yang menjual BBM BP 92 yakni di BP Asterra West BSD City dan SPBU BP Puspitek Raya.
“Kami sedang mengalami kendala keterbatasan stok dan mengusahakan agar pasokan BBM kembali normal,” tulis manajemen di kolom komentar akun Instagram resminya, Jumat (26/9/2025).
Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga telah menyatakan bahwa kargo bensin mentah atau base fuel yang akan dipasok ke operator SPBU swasta tiba di Jakarta pada Rabu (24/9/2025).
Akan tetapi, PPN tidak menampik masih terdapat beberapa BU swasta yang memerlukan waktu untuk berkoordinasi dengan kantor pusat masing-masing sehingga belum menyerahkan kebutuhan kuota BBM tambahan.
Perseroan mengklaim BU hilir migas swasta tersebut telah memiliki komitmen yang sama untuk segera menyampaikan kebutuhan kuota tambahan.
Sekadar catatan, PT Pertamina Patra Niaga masih memiliki sisa kuota impor sebesar 34% atau sekitar 7,52 juta kiloliter (kl) untuk 2025. Volume tersebut diklaim cukup untuk memenuhi tambahan alokasi bagi SPBU swasta sebanyak 571.748 kl hingga Desember 2025.
(azr/wdh)






























