Biasanya, sekitar 60% pegawai federal tetap bekerja saat penutupan, sementara sisanya non-esensial menunggu pendanaan kembali. Pemecatan massal berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi. Politico pertama kali melaporkan memo ini.
“Terlepas dari legalitasnya, ini akan menjadi tindakan yang merugikan diri sendiri, membuang talenta dan keahlian bangsa secara sia-sia. Juga bernuansa pemerasan: ‘berikan yang kami mau atau negara akan kami rugikan,’” kata Bobby Kogan, mantan pejabat OMB di era Biden.
Kebuntuan anggaran masih terjadi. Pertemuan yang dijadwalkan Kamis antara Presiden Trump dan Demokrat dibatalkan setelah Trump menuntut oposisi mencabut syarat soal subsidi kesehatan dan pemotongan Medicaid.
Sebelumnya, Pemimpin Demokrat DPR Hakeem Jeffries menuding pemerintahan Trump sudah melanggar aturan belanja federal bahkan di luar konteks penutupan. “Donald Trump terus mencari alasan menggunakan wewenang darurat yang sebenarnya tidak ada,” kata Jeffries.
Lewat media sosial, Jeffries menegaskan Demokrat “tidak akan diintimidasi” oleh ancaman pemecatan massal.
(bbn)




























