Logo Bloomberg Technoz

Sejumlah pejabat bank sentral dijadwalkan menyampaikan pandangan mereka setelah bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) menurunkan suku bunga pekan lalu untuk pertama kalinya sejak Desember.

Gubernur The Fed St. Louis, Alberto Musalem, pada Senin pagi menyatakan mendukung langkah pemangkasan suku bunga sebagai upaya melindungi pasar tenaga kerja yang melemah. Namun, ia menilai ruang untuk pemangkasan lebih lanjut masih terbatas karena inflasi tetap tinggi. Dalam wawancara terpisah, Gubernur The Fed Atlanta, Raphael Bostic, mengatakan tidak melihat kebutuhan besar untuk pelonggaran tambahan tahun ini.

Sementara itu, Gubernur The Fed Stephen Miran berpendapat suku bunga saat ini terlalu tinggi dan mendorong pemangkasan agresif dalam beberapa bulan mendatang untuk melindungi tenaga kerja. Miran menyampaikan pandangan ini dalam pidato kebijakan pertamanya sejak ditunjuk oleh Donald Trump.

Dengan saham-saham besar teknologi yang sensitif terhadap suku bunga terus mendorong pasar, Tony Pasquariello, kepala divisi hedge fund coverage di Goldman Sachs Group Inc, menilai investor sebaiknya bersikap “bullish secara bertanggung jawab.”

Di sisi lain, saham-saham terkait kripto seperti Coinbase Global Inc anjlok setelah pasar aset digital melemah tajam. Lebih dari US$1,5 miliar posisi bullish dilikuidasi pada Senin, memicu aksi jual besar yang membuat Ether dan sejumlah token lain anjlok.

“Sudah lama sejak kita melihat pelemahan kripto yang begitu luas, ini menunjukkan tekanan pada harga kemungkinan masih berlanjut,” kata Chris Beauchamp, analis pasar utama di IG.

Untuk saham individual, Oracle Corp naik setelah seorang pejabat Gedung Putih menyebut perusahaan perangkat lunak itu akan membangun ulang sekaligus mengamankan algoritma versi AS dari TikTok, sebagai bagian dari kesepakatan penjualan aplikasi populer asal China itu ke konsorsium investor Amerika. Oracle juga mengumumkan promosi Clay Magouyrk dan Mike Sicilia sebagai CEO bersama.

Pfizer Inc ikut menguat setelah menyepakati akuisisi Metsera Inc. senilai US$4,9 miliar. Langkah ini diambil untuk mengejar ketertinggalan dari pesaing di bidang obat penurun berat badan, setelah produknya sendiri gagal bersaing. Sebaliknya, saham Kenvue Inc anjlok ke rekor terendah usai muncul laporan bahwa pemerintahan Trump berencana mengaitkan bahan aktif Tylenol dengan risiko autisme.

(bbn)

No more pages