Logo Bloomberg Technoz

Soal Wacana Kopdes Kelola PLTS 100 GW, RI Disarankan Tiru Eropa

Azura Yumna Ramadani Purnama
22 September 2025 18:50

PLTS Lipang dengan kapasitas 93 kWp yang diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto, di Desa Lipang, Sulawesi Utara (26/6). (PLN)
PLTS Lipang dengan kapasitas 93 kWp yang diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto, di Desa Lipang, Sulawesi Utara (26/6). (PLN)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pakar energi dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Yayan Satyakti menilai, Indonesia perlu meniru Uni Eropa dalam melibatkan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dalam mengembangkan dan mengelola Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). 

Yayan mengatakan, UE mendorong koperasi petani untuk menggandeng komunitas energi terbarukan dalam pengelolaan PLTS yang bisa dimanfaatkan untuk sektor pertanian.

Selain itu, pengelolaan PLTS di UE terbilang berhasil lantaran energi terbarukan mendapat dukungan melalui regulasi Common Agricultural Policy (CAP) yang memberikan insentif pada sektor pertanian, serta Renewable Energy Directive (RED) yang menjadi payung hukum bagi pembentukan komunitas energi terbarukan.


“UE melalui dua kerangka kebijakan tersebut menghadirkan skema pendanaan yang bisa diakses koperasi, termasuk koperasi petani, untuk membiayai proyek-proyek energi terbarukan seperti PLTS,” katanya  ketika dihubungi, Senin (22/9/2025).

Oleh sebab itu, Yayan menilai Indonesia perlu mempersiapkan lembaga pengelola PLTS di masing-masing desa. Ia menyarankan agar lembaga tersebut bersifat semi-desentralisasi, atau dipimpin oleh instansi pusat dan tersebar di masing-masing daerah.