Legislator PAN Soroti Kinerja Garuda Indonesia yang Masih Merugi
Redaksi
22 September 2025 17:37

Bloomberg Technoz, Jakarta - Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PAN, Abdul Hakim Bafagih, menyoroti kinerja keuangan Garuda Indonesia yang dinilai belum menunjukkan perbaikan signifikan meskipun telah mendapat berbagai dukungan pemerintah maupun suntikan modal negara.
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Garuda Indonesia Senin (22/9), Hakim mengingatkan bahwa keberlangsungan maskapai pelat merah itu saat ini tidak terlepas dari peran Panja Penyelamatan Garuda yang dibentuk Komisi VI pada 2022. Panja tersebut, kata dia, memberikan dukungan penuh terhadap proses PKPU dan homologasi yang menyelamatkan Garuda dari kebangkrutan.
“Kalau 2022 lalu tidak ada Panja Penyelamatan Garuda, tidak mungkin ada Garuda saat ini. Namun, setelah mendapat suntikan PMN Rp7,5 triliun, IPO yang menyerap dana Rp4,75 triliun, hingga dukungan dari Danantara Rp6,65 triliun, perbaikan yang ditunjukkan belum signifikan,” ujar Hakim.
Ia menjelaskan, ekuitas Garuda terus tergerus, aset menurun, dan meski EBITDA pada 2024 serta kuartal I 2025 tercatat positif, kinerja perusahaan masih berujung pada kerugian.
“EBITDA margin di 2024 sebesar 28,5 persen, di kuartal I 2025 turun jadi 27 persen. Nett loss marginnya justru lebih besar, sehingga kerugiannya jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya,” tegasnya.
































