Modi mengatakan sebagian besar dari 1,4 miliar penduduk India akan diuntungkan dari "bonanza ganda" berupa pemotongan pajak penghasilan yang diumumkan pada Februari dan penurunan tarif PBJ. Keputusan ini akan menghemat anggaran masyarakat hingga 2,5 triliun rupee, memungkinkan mereka berbelanja menjelang musim perayaan.
Musim perayaan di India yang berlangsung berminggu-minggu akan mencapai puncak pada festival Hindu Diwali bulan depan. Belanja konsumen selama periode ini biasanya menyumbang sekitar sepertiga dari penjualan tahunan beberapa perusahaan.
PM juga menyerukan warga untuk membeli produk-produk buatan dalam negeri. "Apa yang dibutuhkan bangsa dan apa yang dapat diproduksi di India harus diproduksi di India sendiri," ujar Modi.
Upaya untuk meningkatkan konsumsi domestik merupakan bagian dari strategi Modi yang lebih luas untuk meningkatkan kemandirian India di tengah meningkatnya proteksionisme di seluruh dunia—tren yang pada Agustus lalu ia kritik sebagai egoisme ekonomi.
Langkah ini akan membantu mendongkrak perekonomian yang belum tumbuh cukup cepat untuk mencapai target Modi menjadikan India sebagai negara maju pada tahun 2047. Perekonomian India diperkirakan akan tumbuh dengan laju terlemah dalam lima tahun terakhir pada tahun fiskal yang berakhir pada Maret 2026.
(bbn)






























