AS dalam beberapa pekan terakhir meningkatkan tekanan terhadap pemerintahan Maduro dengan mengerahkan kapal perang, pesawat, dan pasukan ke wilayah Karibia selatan. Operasi itu menargetkan kapal-kapal yang disebut Washington digunakan untuk menyelundupkan narkoba dari Venezuela. Pada 19 September, Trump mengatakan tiga “teroris narkotika” tewas dalam serangan yang ia perintahkan terhadap sebuah kapal yang dicurigai menyelundupkan narkoba.
Sehari setelahnya, 20 September, Trump lewat TruthSocial memperingatkan bahwa Maduro akan membayar harga “tak terhitung” jika menolak menerima deportasi tahanan Venezuela, termasuk orang-orang dari rumah sakit jiwa.
Pejabat AS sebelumnya menuduh Maduro sebagai seorang narko-teroris dan bahkan menawarkan hadiah sebesar 50 juta dolar AS bagi siapa pun yang memberikan informasi yang bisa mengarah pada penangkapannya.
(bbn)






























