Logo Bloomberg Technoz

RI Mau Caplok 12% Saham Freeport ‘Gratisan’: Awas Ada Biaya Lain

Azura Yumna Ramadani Purnama
20 September 2025 17:00

Mesin Caterpillar Inc. berada di kompleks pertambangan tembaga dan emas Grasberg milik Freeport Indonesia di Papua./Bloomberg- Dadang Tri
Mesin Caterpillar Inc. berada di kompleks pertambangan tembaga dan emas Grasberg milik Freeport Indonesia di Papua./Bloomberg- Dadang Tri

Bloomberg Technoz, Jakarta – Rencana pemerintah mengakuisisi 12% saham PT Freeport Indonesia (PTFI) secara gratis dinilai belum tentu sepenuhnya menguntungkan negara, sebab pemerintah diprediksi harus menanggung persyaratan yang diminta PTFI seperti membiayai biaya eksplorasi tambang.

Direktur Eksekutif Center for Energy Security Studies (CESS) Ali Ahmudi Achyak berpendapat Freeport bisa saja memberikan sejumlah persyaratan kepada pemerintah jika menginginkan akuisisi yang dilakukan tanpa biaya atau gratis.

Salah satunya, menurut dia, Freeport bisa mensyaratkan biaya eksplorasi tambang ditanggung bersama dengan pemerintah jika penambahan 12% saham tersebut ingin dilakukan secara gratis.


“Anggapan ‘gratis’, padahal Indonesia harus menanggung eksplorasi bernilai besar, itu bisa membuat publik salah paham. Jelasnya bahwa 'gratis saham' bukan berarti gratis mengeluarkan biaya pada masa depan,” kata Ali ketika dihubungi, dikutip Sabtu (20/9/2025).

Dok. Freeport Indonesia

Akan tetapi, menurut dia, persyaratan tersebut akan terbilang normal sebab nantinya pemerintah melalui holding BUMN tambang, PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID), akan menjadi pemegang saham mayoritas sebab memiliki 63,2% saham Freeport.