Logo Bloomberg Technoz

Pembicaraan via telepon antara Trump dan Xi dilakukan beberapa hari setelah negosiator AS dan China mengumumkan kesepakatan kerangka kerja bagi ByteDance untuk menjual operasi TikTok-nya di AS kepada aliansi investor Amerika. Pejabat dari kedua belah pihak belum memberikan rincian detail mengenai kesepakatan sementara tersebut, yang bertujuan untuk menjaga agar aplikasi tersebut tetap beroperasi di AS dan menghindari larangan atas dasar keamanan nasional berdasarkan undang-undang yang ditandatangani pada 2024 oleh Presiden Joe Biden saat itu.

Trump mengusulkan ide bahwa AS akan menerima apa yang dia sebut pada Kamis sebagai “biaya tambahan” hanya untuk membuat kesepakatan tersebut. Rincian struktur biaya tersebut, termasuk persentase yang mungkin diambil oleh pemerintah, masih belum jelas. Pada Jumat, presiden menolak untuk mengatakan apakah AS akan mendapatkan kursi di dewan direksi usaha baru di AS.    

Bloomberg sebelumnya melaporkan bahwa sekelompok pembeli Amerika, termasuk Oracle Corp., Andreessen Horowitz, dan firma ekuitas swasta Silver Lake Management LLC, akan mengambil alih versi baru aplikasi TikTok di AS. Belum jelas apakah ByteDance atau usaha baru berbasis AS akan mengendalikan perangkat lunak rekomendasi TikTok yang menguntungkan — poin krusial bagi China, yang menentang transfer teknologi yang dianggapnya kritis. 

Dalam perjanjian kerangka kerja, Oracle akan terus menyediakan layanan cloud untuk TikTok, sebuah bisnis yang telah menjadi sumber pendapatan yang stabil bagi perusahaan berbasis di Austin tersebut. Oracle sudah bekerja sama dengan TikTok untuk menyimpan data pengguna di AS dan negara lain sebagai bagian dari kemitraan bernilai miliaran dolar yang disebut TikTok sebagai Project Texas.

Saham Oracle naik 4% dalam perdagangan Jumat, mengungguli kenaikan di pasar yang lebih luas.

Juru bicara TikTok, Oracle, Andreessen, dan Silver Lake tidak menanggapi permintaan komentar. Dalam pernyataan, ByteDance mengucapkan terima kasih kepada Trump dan Xi, berjanji untuk “melanjutkan pekerjaan yang relevan sesuai dengan hukum China, memastikan TikTok AS terus melayani pengguna Amerika dengan baik.”

Salah satu hal yang masih belum jelas dalam kesepakatan ini adalah nilai jual salah satu bisnis paling menguntungkan ByteDance. Operasi TikTok di AS diperkirakan bernilai sekitar US$35 - US$40 miliar, meskipun valuasi teknologi telah melonjak pesat seiring dengan booming kecerdasan buatan (AI).

Untuk memberi waktu tambahan guna menyelesaikan penjualan, Trump pekan ini memperpanjang batas waktu bagi ByteDance untuk melepas asetnya selama tiga bulan lagi hingga 16 Desember, yang merupakan penundaan keempat yang ia berikan sejak menjabat. Penundaan-penundaan tersebut berada di atas dasar hukum yang rapuh, karena undang-undang 2024 hanya mengizinkan satu penundaan. 

Pada awal pekan ini, kabar tentang kesepakatan sementara menuai kritik dari Kongres, termasuk dari anggota partai Trump sendiri yang mengatakan kesepakatan tersebut tidak mematuhi undang-undang keamanan nasional yang mewajibkan ByteDance untuk melepas kepemilikannya.

Penolakan mereka menandakan bahwa masalah ini mungkin belum sepenuhnya terselesaikan di Capitol Hill, meskipun belum jelas apakah para legislator memiliki cara untuk memblokir kesepakatan tersebut. 

Sejak penggunaan TikTok ramai di AS pada awal pandemi, para legislator dan pejabat pemerintah telah mengkhawatirkan bahwa China mungkin menggunakan aplikasi tersebut untuk mengumpulkan informasi sensitif tentang warga AS dan menyebarkan konten yang memecah belah mereka. Pada akhir masa jabatan pertamanya, Trump mencoba, namun gagal, untuk memaksa penjualan aplikasi tersebut atau melarangnya karena kekhawatiran tersebut.

Anggota parlemen dari berbagai spektrum politik pekan ini menekankan perlunya kesepakatan TikTok untuk melarang hubungan operasional antara ByteDance dan aplikasi TikTok AS yang baru, termasuk algoritma dan datanya. Anggota DPR John Moolenaar, ketua Komite Khusus DPR AS tentang China dari Partai Republik, mengatakan dalam posting di X bahwa ia berencana untuk “membahas isu-isu ini dengan pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi untuk memastikan kesepakatan tersebut mematuhi persyaratan hukum yang berlaku.” 

Senator Demokrat Richard Blumenthal mengatakan, “Kongres harus memeriksa kesepakatan ini untuk memastikan ByteDance yang berbasis di Beijing tidak diizinkan mengendalikan atau mempengaruhi algoritma rekomendasi TikTok atau data pengguna.” Pada Agustus, Gedung Putih membuat akun TikTok, dan Trump mengatakan bahwa kekhawatiran keamanan nasional sangat berlebihan.

Belum jelas bagaimana lanskap geopolitik, perlombaan kecerdasan buatan, dan masalah perdagangan AS-China dapat memengaruhi rencana yang telah disepakati antara sekarang dan batas waktu TikTok berikutnya pada Desember. Pekan ini, China memerintahkan ByteDance dan perusahaan China lainnya untuk menghentikan pembelian chip Nvidia Corp. yang dapat digunakan untuk keperluan kecerdasan buatan setelah menuduh perusahaan Amerika tersebut melanggar undang-undang anti-monopoli.

(bbn)

No more pages