Logo Bloomberg Technoz

Pedang Bermata Dua Rencana Alihkan Dana Negara dari BI ke Himbara

Sultan Ibnu Affan
11 September 2025 15:10

Karyawan menghitung uang rupiah di Jakarta, Jumat (11/10/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung uang rupiah di Jakarta, Jumat (11/10/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kalangan ekonom menilai rencana Kementerian Keuangan untuk mengalihkan anggaran negara dari penempatan di Bank Indonesia (BI) ke bank-bank negara dapat menimbulkan efek positif dan negatif secara bersamaan.

Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual menilai rencana tersebut belum dilakukan di waktu yang tepat. Saat ini, menurut dia, kondisi pasar domestik masih belum cukup positif, sehingga dikhawatirkan justru akan mengganggu stabilitas ekonomi dalam jangka panjang.

"Kalau dalam kondisi normal memang bisa dorong pertumbuhan, tapi persoalannya kan kalau keyakinan sektor riil-nya dan sentimen di pasar juga masih negatif, belum membaik," ujar David saat dihubungi, Kamis (11/9/2025). "Ini bisa jadi double-edged sword [pedang bermata dua]."


Lesunya kondisi ekonomi dalam negeri, kata dia, juga dikhawatirkan akan turut membuat permintaan kredit menurun. Hal ini pada akhirnya akan kembali membuat penyaluran kredit akan kembali terhambat.

Terlebih, lanjutnya, kinerja kredit perbankan dalam negeri saat ini juga tengah cenderung mengalami penurunan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelumnya memang melaporkan penyaluran kredit pada Juli 2025 hanya tumbuh 7,03% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp8.043 triliun.